Wednesday, July 14, 2010

aku
















Aku
Bila seumpama kalian adalah sebuah perhiasan yang harganya tak terhingga dan anda tak dapat digapai oleh orang-orang yang mengginginkan. Sebagian yang tak mampu menggapai kalian adalah aku, dan sebagian lagi adalah mereka yang sanggup menggapai kalian, dan sebagian lagi adalah orang yang mudah menggapai kalian. Semuanya sama satu tujuan berharap memilki kalian dan kalian tak sedikitpun niat-niat diantara orang-orang yang menginginkan kalian, begitu juga aku yang tak pernah sedikitpun kalian tau sebenarnya mengapa aku menginginkan kalian. Dan kalian juga tak pernah tau mengapa harus kalian yang mendapatkan sebuah pertanyaan??
Aku sedikit demi sedikit memahami situasi kalian yang memperhitungkan keadaan kalian yang sebenarnya tak menentu pola pkir kalian terhadapa apa yang kalian putuskan. Sudahkah benar apa yang kalian lakukan sebelum kalian membenarkan apa yang anda lakukan??...
Mungkin sebuah takdir yang menentukan apa yang telah ditentukan. Ada sebuah pernyataan yang sebenarnya mungkin kalian tak pernah mendengar sebelumnya??...
“Mengapa sebuah perhitungan dilakukan saat semua terbiasa tak bernilai???...”

Pernyataan tersebut dapat kalian simpulkan menurut apa yang anda pikirkan. Dan dari jawaban kalian dapat dimengerti apakah kalian telah melakukan hal yang benar atau tidak.
Kebanyakan yang pernah aku alami adalah sebuah pengakuan bahwa aku adalah bukan orang terbaik diantara mereka dihadapan kalian. Dan aku hanyalah sebuah kiasan tak bermakna untuk kalian. Seperti tanda kutip(” ”)yang jarang anda gunakan untuk makna yang positif. Dan tanda tersebut memakna maksud pola piker kalian terhadap apa yang telah kalian dapatkan.
Selebihnya adalah klesalahan aku dalam menyikapi apa yang aku harapkan dari kalian. keinginan yang berlebihan membuat aku terlarut dalam ketergantungan kalian yang sehingga membuat kalian menentukan sebuah aturan. Semakin kalian tersohor semakin meluap nilai kalian tanpa anda perhitungan.
Tahukah kalian???
Diantara mereka teleh memahami betul siapa kalian…
Begitu juga aku yang telah mengamati cara kalian…
Apakah kalian tidak mersa dirugikan dengan kondisi yang kalian dapat sekarang??
Ketergantungan posisi kalian kalian adalah pada sohoran aku dan mereka yang meluapkan nilai kalian…
Pernahkah kalian berpikir saat aku dan mereka berpindah haluan???
Apakah anda tau dimana saat itu posisi kalian…
Dan mengapa bias aku dan mereka melawan takdir yang telah ditentukan??
Mengapa bisa keinginan aku dan mereka akan memiliki sosok kalian dapat hilang??
Apakah sebab itu dari kalian???
Atau sudah permainan tuhan membolak-balik posisi kalian???
Ataukah itu dari kesalahan yang telah dilakukan???
Jawabnya da pada hati kecil kalian dan aku hanya sekedar menyimpulkan….
Aku , mereka dan kalian sangatlah sama membagi pola pikir dengan hasrat akan sebuah keinginan yang mungkin telah ditentukan.
Kebanyakan yang telah aku rasakan adalah sebuah kekhilafan yang dikarenakan kurangnya bersyukur dengan apa yang telah dianugerahkan…
Sebagian dari umur yang telah Allah berikan terhadap aku adalah kebanyakan melakukan sebuah pelajaran dari sebuah kesalahan yang mendapatkan satu pengalaman.
Hingga saat ini aku dan mereka masih terus mengamati sikap-sikap diantara orang-orang seperti kalian. begitu inginnya aku dan mereka membuat kalian mengethui sebuah jawaban. Dan itu bukan maksud untuk memojokkan kalian yang begitu beruntung jika kalian dapat ingat tanpa diingatkan.
Satu orang diantara kalian yang ingin sekali menyadari kesalahan yang telah kalian lakukan adalah aku. Aku yang sebenarnya juga bagian dari orang-orang seperti kalian.
Aku sangatlah ingin menemukan jawaban dari apa yang telah dijadikan sebuah pertanyaan???
Ingatkah kalian saat kita melontarkan sebuah jawaban tapa ada sebuah pertanyaan. Dan itu biasa kita semua bilang adalah sebuah PERNYATAAN…

Aku adalah ketiadaan antara hidup dan matiku yang tak pernah dapat aku tentukan, namun begitu pantaskah aku masih terdapat dalam kebahagian kalian. aku hanyalah sisa dari beberapa orang yang tak pernah kalian pahami. Aku meratapi apa yang aku alami dan kalian hanya perlu memperlihatkan bagaimana sikap kalian menipuku dengan sebuah senyuman agar sedikitnya aku dapat ikut merasakan yang sebenarnya tidak pernah aku rasakan dari kalian.
Aku yang mengikuti cara kalian berbagi ketidaktahuan aku tentang kebahagiaan yang kalian selalu rasakan, sebenarnya menyadari semua itu karena rasa kasihan kalian terhadap apa yang aku rasakan. Kalian yang bergitu berharga untuk segala detik yang aku jalankan. Ketidak tahuan yang selalu aku mencoba tanyakan kepada kalian selalu saja kalian jawab dengan cara bagaimana kalian mencoba membuatku tetap sabar merasakan apa yang aku dapatkan. Kalian yang selalu mencoba menuntun aku dengan berbagi canda kalian yang sebenarnya hanya karena kalian tak ingin membuatku semakin terpuruk begitu dalam. Sungguh hanya kalian orang-orang yang selalu membuatku tetap dapat menempuh semua ketidakstabilan kehidupan. Namun tak cukupkah bagiku mendapatkan kepedulian kalaian akan segala kepedihan yang terobati karena adanya kalian. begitu terbelenggunya aku saat kalian lelah menemani kekosongan aku yang terlarut begitu dalam di sebuah keadaaan yang menyakitkan. Adakah ada lagi orang-orang seperti kalian yang begitu rela berbagi waktu untuk orang yang tak berhak mendapatkan waktu bersama kalian. Mudahkah aku untuk membalaz jasa-jasa kalian yang pernah menganggap sebagai seorang teman. Mungkinkah kalian masih menemaniku saat aku begitu lupa akan dimana jalan kalian yang telah memihak pada kelebihan kalian.

No comments:

Post a Comment