Itu yang membuatku berfikir
Bersyukur aku mengenal kalian, mendapatkan berbagai pengalaman semasa SMA mengarungi saat-saat masa sekolah dengan canda tawa bersama kalian...
sungguh nikmat Allah telah terjawab dengan semua yang telah aku dapat dari sosok seorang sahabat. Tapi diamana mereka saat ini, berpencar dan tak lagi melukis dalam perjalanan kita lagi. Kapan kita goreskan kembali cerita selanjutnya dalam perjalanan ini.
Aku membutuhkan sosok kalian meneruskan lukisan-lukisan yang sempat kalian lupakan saat kita terpisahkan. Aku berharap masih ada kesempatan kita mencampuri warna-warna indah itu menjadi karya-karya yang akan kukenang hingga akhir hayatku. Aku merindukan polesan demi polesan ruas-ruas gambar yang menceritakan persahabatan.
Aku lelah melukis semua itu sendiri, tanpa kalian warna-warna itu smua memudar dan akupun tak sedikitpun dapat kembali melukiskan kepudaran-kepudaran yang kini mulai terlihat. Hanya kalian yang mengerti tentang bagaiman mewarnai kertas putih ini, kertas kosong yang berserakan tanpa goresan-goresan dari kalian. Kadang aku menangis karena tak mampu sketsa-sketsa ini aku selesaikan. Aku yang mulai bosan menunggu kedatangan kalian yang dulu selalu menemaniku menyelesaikan beribu-ribu lukisan. Kalian yang menggambarkan setiap detik nafasku berjalan. Kalian yang mewarnai kegelapan hidupku yang berwarna hitam.
Apakah kalian tak merindukan kuas-kuas yang begitu lama kalian simpan.
Apakah kalian tak ingin lagi meneruskan sisa-sia waktu ini untuk membuatku memili satu lukisan terindah bersama kalian. Tolong berikan aku kejutan dengan canda tawa kalian yang biasa aku dengar saat kita menginjakkan kaki berjalan ditengah kota mencari bentuk keindahan-keindahan alam.
Dirinya yang telah menghilang terhapus dicerita dalam lukisan yang telah kita rangkaikan. Dirinya yang juga sungguh aku rindukan. Dirinya yang telah memberikan kita kenangan-kenangan yang menjadikan kita. Warna putih yang telah dia berikan disaat kita kehabisan tinta untuk kita goreskan.
Dirinya yang hingga kini menjadi lukisan yang tinggal kenangan itupun sedikit demi sedikit memudar karena tak lagi ada kalian.
blum kelar yaa
ReplyDeletekelen juga
ReplyDelete