
Lebah tertinggal sayap merapuh...
Lalat membangkai laparpun hilang...
Mataku yang mulai memburam menatap indahnya alam...
Tertidur dalam hampanya kegidupan...
Engkau...
Engkau yang memberi ruang angan...
Menjauhlah dari aku yang terpuruk karna hitam...
Hitam hatiku yang slalu melupakan kamu disampingku...
Menemani disaat Aku lelah terjatuh...
Ku ingat hanya senyummu yang bangkitkan lelahku...
Bernyanyilah kemenangan berharapku...
Benderanglah cahayamu terangiku...
Lalu beranjaklah hancurkanlah tembok besar yang menghalangi jalan didepan itu...
Mungkin Aku tak sanggup lagi berjuang utnuk itu...
Pergilah sendiri Aku tetap disini meratapi ajalku...
Tetaplah kau perjuangkan sgala ingin...
Jiwa yang mulai lelah ini masih sanggup untuk slalu berdoa untuk Kamu disana...
Jadilah harapan yang dimiliki smua orang...
Biarkan jejak kakimu tertinggal...
Apabila kusanggup, ku mencoba untuk mengejar...
Semoga kita dapat bersama lagi menempuh puncak ketinggian harapan...
Kamu dan Aku saling bercerita disaat tua...
Dan mereka semua adalah para pendengarnya...
Kita berdua yang menyajikan tiap-tiap bait alur ceritanya...
Hingga snyum, tawa dan air mata menghiasi kebahagiaan kita...
Hingga kita tak sanggup berkata-kata...
Hingga kota mulai berubah...
Hingga Akhir massa..
Maaf karena aku tak sanggup menemanimu lagi...
Mimpi kita bersama untuk mencari puncak harapan telah sirna...
Dan hanya kamu yang tersisa...
Aku selalu mendoakan kamu untuk bahagia...
No comments:
Post a Comment