"Menunggu"
Meski malam begitu gelap
Mata ini enggan pula untuk terlelap
Meski mulut ini terbekap
Namun gelora di hati tetap meluap
Walau rembulan tak bersinar
Cinta ini terus berpijar
Seolah tak henti untuk mengejar
Sesuatu yang belum terbongkar
Dibalik tawaku kubersandiwara
Mencoba tuk sembunyikan hati yang terluka
Yang robek karena tajamnya pedang-pedang cinta
Walau ekspresi dapat menutupi
Namun kejujuran hati tak bisa dibohongi
Untuk itu aku bersedia menanti
Jawaban pasti untuk segera mengakhiri
Semua rasa yang terus menghantui
"Derita"
Disini aku bersamamu,
Lalui hari ukir cerita…
Ku coba mengerti kesedihan.
Ku coba berbagi kebahagiaan.
Jadikan derita pengikat rasa,
Jadikan ceria pelipur lara…
Tumbuhkan kepercayaan diri,
bahwa aku milikmu,
Dan takkan pernah pergi.
Mencintaimu dalam kesetiaan,
Menghormati dengan kasih sayang,
Dan menyayangi dengan pengertian.
Karna kita tau…
Rasa kasih sesungguhnya adalah,,,
derita yang bisa dimengerti…
Kesetiaan
Demi kesetiaan..
Buang jauh keraguanmu.
Jangan pernah berpikir aku akan berpaling
Karna itu akan membuatmu resah..
Tuanglah anggur putih ketulusan,
Sebagai jamuan penghormatan suci.
Dialtar pengabdian cinta sejati,
meski getir menantimu..
bukankah kita tau..
tak ada keutamaan dalam bercinta,
selain derita yang mesti dimengerti
dan demi kesetiaan…,
ku persembahkan hatiku untukmu
meski Tanya menggelitik hati ini,
salahkah aku jika pergi ‘tuk memiliki…???
No comments:
Post a Comment